Pemerintah Nagari Labuh, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, menggelar sosialisasi sekolah kedinasan bertajuk “Menentukan Arah Masa Depan” pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Labuh mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti puluhan pelajar tingkat SLTP dan SLTA.
Sosialisasi menghadirkan Drs. Rotzami, M.Si, dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sumatera Barat yang akrab disapa Bapak Jarot sebagai pemateri utama. Acara secara resmi dibuka oleh Wali Nagari Labuh, Bapak Wahyudi Asri, S.Pd.
Sebanyak kurang lebih 52 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari siswa SLTA kelas 1, 2, dan 3 serta siswa kelas 9 SLTP. Mereka tampak antusias menyimak materi yang disampaikan serta aktif dalam sesi diskusi.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Labuh menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap fenomena banyaknya mahasiswa yang mengaku salah jurusan ketika sudah menempuh perkuliahan.
“Banyak anak-anak kita yang setelah kuliah justru merasa tidak sesuai dengan jurusan yang dipilih. Ini menunjukkan kurangnya perencanaan masa depan sejak dini,” ujar Wahyudi Asri.
Ia juga menyoroti masih banyaknya generasi muda yang belum memiliki gambaran jelas setelah lulus sekolah menengah.
“Sebagian besar pelajar, khususnya yang sudah di kelas akhir SLTA, belum menentukan mau kuliah ke mana atau langsung bekerja. Ini yang menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.
Menurutnya, minimnya informasi terkait sekolah kedinasan turut menjadi faktor rendahnya minat dan pemahaman pelajar terhadap jalur pendidikan tersebut.
“Kita jarang mendapatkan sosialisasi tentang sekolah kedinasan, mulai dari jenisnya, syarat masuk, waktu seleksi, hingga tahapannya. Padahal ini peluang besar bagi masa depan anak nagari,” tegasnya.
Wali Nagari berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan dan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk merancang masa depan secara lebih terarah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menambah pengetahuan, membuka cakrawala berpikir, dan memotivasi anak-anak kita agar berani merencanakan masa depan sejak sekarang,” tuturnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Drs. Rotzami, M.Si menjelaskan secara rinci tentang berbagai sekolah kedinasan yang ada di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa sekolah kedinasan berada di bawah naungan kementerian dan lembaga negara serta menawarkan ikatan dinas bagi lulusannya.
“Sekolah kedinasan merupakan institusi pendidikan yang dikelola langsung oleh negara, seperti IPDN di bawah Kemendagri, PKN STAN di bawah Kementerian Keuangan, STIS di bawah BPS, STMKG di bawah BMKG, serta politeknik imigrasi dan pemasyarakatan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan berbagai sekolah kedinasan di bidang transportasi yang berada di bawah Kementerian Perhubungan, seperti STTD, STIP, serta politeknik perhubungan darat, laut, dan udara.
Bapak Jarot menegaskan bahwa setiap sekolah kedinasan memiliki persyaratan dan tahapan seleksi yang ketat.
“Umumnya seleksi dimulai dari administrasi, tes kompetensi dasar berbasis komputer, tes kesehatan, kesamaptaan, psikologi, hingga wawancara. Semua membutuhkan persiapan serius dan disiplin sejak dini,” ungkapnya.
Ia juga memotivasi para peserta agar tidak takut bermimpi besar dan berani memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan potensi diri.
“Sekolah kedinasan bukan hanya soal kuliah gratis, tetapi juga tentang pengabdian kepada negara. Ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin masa depannya jelas,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi tampak hidup dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar peluang masuk sekolah kedinasan, pengalaman pendidikan di dalamnya, serta tips menghadapi seleksi.
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Drs. Rotzami, M.Si selaku pemateri bersama Pemerintah Nagari Labuh sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di nagari.
Pemerintah Nagari Labuh berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang memiliki visi, siap bersaing, serta mampu merencanakan masa depan dengan matang demi kemajuan nagari dan bangsa.