Selasa, 11 November 2025 — Pemerintah Nagari Labuh kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap III tahun 2025 kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Labuh pada pukul 09.30 WIB dan dihadiri oleh Camat Lima Kaum yang diwakili oleh Kasi PMN Bapak David Gusman, S.E, Bhabinkamtibmas Brigadir Jimmy Fransvolta, S.H, Ketua BPRN Nagari Labuh Ibu Yasniari, A.Ma.Pd, Sekretaris KAN Bapak Z. Dt Simarajo Nan Putiah, perangkat nagari, serta seluruh penerima BLT Dana Desa tahun 2025.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua BPRN Nagari Labuh, Ibu Yasniari, A.Ma.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya mensyukuri setiap nikmat yang Allah titipkan, termasuk bantuan BLT DD ini. Menurut beliau, bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi, sehingga harus dimanfaatkan dengan bijak dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Ketua BPRN mengingatkan bahwa BLT Dana Desa bukanlah sekadar bantuan konsumtif, melainkan stimulus ekonomi agar masyarakat dapat memperbaiki kondisi kehidupannya. Ia berharap para penerima bisa menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan prioritas seperti pangan, kesehatan, serta penunjang pendidikan anak-anak. Hal ini sejalan dengan arahan dalam Permendesa PDTT Nomor 3 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya penggunaan Dana Desa secara tepat sasaran untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
Sementara itu, Wali Nagari Labuh Wahyudi Asri dalam arahannya menyampaikan pesan tegas agar penggunaan dana BLT dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan program. BLT Dana Desa, ujar beliau, adalah bentuk perhatian pemerintah bagi warga miskin yang belum sepenuhnya pulih secara ekonomi. Karena itu, dana ini diharapkan benar-benar digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pembelian sembako, kebutuhan kesehatan bagi anggota keluarga yang sakit, serta keperluan mendesak lainnya yang mendukung kelangsungan hidup keluarga penerima.
Wali Nagari juga menambahkan bahwa Pemerintah Nagari terus berupaya menciptakan program pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan tunai. Melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan ekonomi produktif dan dukungan untuk usaha mikro, diharapkan penerima BLT DD dapat bertransformasi menjadi warga yang mandiri secara ekonomi. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bantuan ini sebagai momentum memperkuat semangat kerja keras dan tanggung jawab sosial.
Kemudian, perwakilan Camat Lima Kaum, Bapak David Gusman, S.E, dalam sambutannya menekankan bahwa BLT Dana Desa adalah kebijakan temporer yang bergantung pada kondisi keuangan negara dan prioritas pembangunan nasional. Oleh karena itu, beliau mengingatkan tidak ada jaminan bahwa pada tahun 2026 program ini akan tetap dilanjutkan. Pesan ini disampaikan agar masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkan dana dengan sebaik-baiknya serta mulai menyiapkan langkah-langkah menuju kemandirian ekonomi keluarga.
Beliau juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Nagari Labuh yang telah menjalankan penyaluran BLT sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku. Penetapan penerima manfaat telah dilakukan melalui musyawarah nagari dan diverifikasi berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan hasil survei lapangan. Dengan demikian, bantuan ini diyakini telah menyentuh sasaran yang benar-benar membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyaluran menjadi bukti komitmen nagari dalam tata kelola pemerintahan yang baik.
Bhabinkamtibmas Brigadir Jimmy Fransvolta, S.H, turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penyaluran. Ia menegaskan pentingnya menjauhi praktik penyelewengan atau penyalahgunaan dana bantuan. “Gunakan bantuan ini sesuai keperluan keluarga, bukan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar para penerima senantiasa berperan aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan sebagai wujud tanggung jawab sosial.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan simbolis BLT Dana Desa tahap III kepada beberapa perwakilan penerima. Masing-masing keluarga mendapatkan bantuan sebesar Rp900.000 untuk periode tiga bulan. Penyaluran ini dilakukan secara langsung dan terbuka dengan disaksikan oleh seluruh unsur yang hadir. Setelah sesi penyerahan, acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan kegiatan.
Dengan tersalurkannya BLT Dana Desa tahap III ini, Pemerintah Nagari Labuh berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjadi pendorong bagi keluarga penerima untuk semakin berdaya. Pemerintah Nagari, bersama BPRN dan seluruh unsur kelembagaan, berkomitmen terus mengawal program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat Dana Desa benar-benar dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan warga Nagari Labuh.